Toxic People - Bisa keluar yukkk

 


Hallo,

Jadi kali ini aku random aja mau bahas tentang "toxic poeple". Disini aku mau membahas dengan sudut pandang korban dari si toxic poeple ini. Yaah jujur saja aku pernah menjadi korban toxic poeple dan berlangsung cukup lama sekitar 2,5 tahun yang waktu itu aku kuliah semester 1-5. Pengalaman yang tidak singkat itu sangat menguras energi terutama energi kebatinan hehe.

Jadi nih si toxic poeple ini adalah teman aku, teman sekamar kos, teman sekelas bahkan sering di suruh duduk di sebelahnya. emmm mungkin banyak teman-teman yang tanya kenapa gak pindah kos aja, kenapa gak duduk mau disuruh duduk disebelah nya.. ya namanya toxic boss gak semudah itu keluarnya.

Gimana sih ciri toxic poeple itu???

Nih aku kasih tau, jadi yang dinamakan toxic poeple adalah orang beracun, orang beracun ini akan mencari orang-orang yang mendukung dia, setelah mendapatkan dukungan, ‘orang beracun’ akan kembali mengusik Anda dengan perilaku dan obrolan negatif yang membuat hati lelah. Menurut para ahli, ciri-ciri toxic people yang utama adalah selalu mementingkan diri sendiri, melakukan kekerasan secara nonfisik, melakukan kekerasan secara emosional (emotional abuse), seperti meremehkan, mengkritik, mengontrol, menyalahkan, dan lainnya, serta tidak jujur dan cenderung tidak mampu menunjukkan empati. tapi orang toxic ini kalau berpegangan dengan dalih kalau dirinya itu "care", melebihi dari kepedulian orang lain.

Toxic people bisa diibaratkan sebagai maling dari energi positif. Mudah sekali untuk mengetahui apakah seseorang termasuk toxic atau tidak yaitu dengan menjawab beberapa pertanyaan di bawah ini:

- Setiap kali kamu berbincang-bincang dengan dia, apakah kamu merasa lelah, takut, marah, dan pesimis? 

- Apakah setelah mengobrol, kamu merasa tidak berdaya? (berpikir kalau kamu tuh orang yang salah, orang yang lemah)

- Apakah dia sering mengeluh?

- Apakah dia selalu membesar-besarkan masalah kecil hingga memicu konflik?

- Apakah dia kerap mencari-cari kesalahan dalam diri kamu?

Dan semua ciri ciri itu ada di teman aku. Awalnya sih aku gak tau kalau itu dimanakan toxic. Contohnya nih teman aku itu tiap harinya selalu nyuruh temen-temennya ngikutin apa mau dia, kalau dia mau masak ya udah kita harus ngikut masak kalau gak di turutin ngambuul bok (ngambul is silent treatment). contoh kecilnya lagi aku keluar sendiri beli makanan kalau aku beli makannya cuma buat diri sendiri atau aku gak nawari titipan buat dia itu katanya aku disalahin gak setia kawan padahal dia selalu nawarin kalau di keluar beli makanan, katanya sih gitu.

itu semua berjalan selama hampir 2,5 tahun. makin lama aku merasa makin capek, lelah, letih secara mental, akhirnya memutuskan untuk menjauh sejauh-jauhnya hahaha.

Nah proses keluarnya itu gak semudah yang kita bayangkan, namanya aja keluar dari orang toxic (bukan orang biasa), jadi proses keluarnya itu penuh drama dan gapapa menurut ku hadapin aja tuh drama gak usah takut dari pada makan hati terus ya, dari pada diri ini gak ada bener-benernya mending kita nelan pil pahit dulu baru nanti kita ngemut permen.. ibaratnya begitu wkwk

tips buat keluar dari toxic poeple yang sudah dekat banget

1. tekat, kuat kan tekat walaupun banyak cemooh, banyak orang yang tiba-tiba menjelekkan dan tidak menyukai kamu. itu semua terjadi karena si toxic poeple ini mencari pembelaan keorang lain.

2. jangan pernah merasa bersalah meninggalkannya (udah tinggalin aja, bodo amat)

3. berpikirlah kalau akan ada kehidupan yang lebih baik jika bisa keluar dari toxic poeple ini

4. benar-bener menjauh dan jangan kepo tentang dirinya

memang cara itu agak ekstrim untuk sebuah pertemanan, tapi ingat lah akan ada hari yang indah untukmu. stay away :)


Komentar

  1. Belajar sosial tinggi baru mengkritik orang kids ;) ingin tinggi tidak perlu menjatuhkan yang di atas

    BalasHapus
  2. Wah hebat sekali kak keluar dari toxic people. Semoga kakak ingat kesalahan kakak sendiri ya, gak sampek menjatuhkan orang lain hehe🥰

    BalasHapus

Posting Komentar