Rumah Kosong
Berkali memanggil suara itu
Memastikan ku masuki pintumu?
Rumah Kosong
Burung jiwa melepas
Melintas jendela
Mencari nama bagi dadanya sendiri
Sampai sarang langit mesti dipindah
Ditilang rumah
Dari ruangan itu memancar lampu
Menyinari tubuhku yang telah lama inginkan berlumpur kubur
Yang mana sahabat aneh memanggil
Bagai genta kuil
Megah dan mengerikkan
Lalu aku berulang kali melingkari
Mencari jendela atau pintu
Agar ruhku tiduran sebentar didalamnya
Tetapi
O, jarum-jarum hujan kota yang tak ramah
Keburu menusukkan racunnya yang keramat
Wchid, 1989
Komentar
Posting Komentar