Assalamualaikum..
Selamat Pagi guys,
Apa kabar kalian sarjana Agribisnis, atau masih calon sarjana? Buat sarjana agribisnis gimana sudah dapat kerja atau sudah sukses didunia kerjanya? Alhamdulillah buat yang sudah sukses. Kali ini ada cerita inspiratif dari alumni mahasiswa Agribisnis UTM, yuk simak baik-baik!
Yang pertama ada kak Retno, alumni Agribisnis angkatan 2006 yang berasal dari kota Nganjuk Jawa Timur, kak Retno ini mempunyai usaha dikenal dengan nama “Nyoklat Klasik”, Pastinya semua sudah pernah mencoba rasanya Nyoklat Klasik kan? Yang belum tau segera beli ya!! hehe.. Kak Retno memulai usahanya sejak mengundurkan diri dari perkerjaannya di salah satu bank, sebelum bekerja di bank kak Retno pernah bekerja di PT Telkom selama 4 tahun. Awal membuka usaha ini penuh dengan tatangan dan cobaan pastinya, dengan modal yang pas-pasan akhirnya sampai saat ini cabang outlet milik kak Retno sudah mencapai 5 cabang lebih. Salah satu cabangnya berada di daerah Telang kamal dekat kampus UTM.
Selanjutnya ada Kak Mega dan Kak Sofyan, seperti kak Retno mereka juga Alumni Agribisnis UTM angkatan 2006 yang sukses berbisnis dibidangnya. Kak Mega sukses menjalankan bisnis dibidang kuliner, seperti roti kering, kue ulang tahun, pizza dan masih banyak lagi. kak Mega berasal dari Kota Mojokerto, bisnis kuenya ini tidak langsung besar seperti sekarang ini, awalnya kak Mega bukanlah orang yang pandai membuat kue, kak mega beajar membuat kue dari youtube berket ketelatenannya kak Mega akhirnya bisa membuat kue. Karena bisnis kak Mega terbilang banyak dipasaran pada pertengahan membuka bisnis ada orang yang meniru bisnisnya, mau gak mau kak Mega harus pandai-pandai memutar otak. Akhirnya kak Mega mempunyai keinginan untuk membuka toko bahan kue, dan mencari suplayer bahan kue yang murah agar dapat dijual dengan harga yang tidak terlalu mahal. Pada akhir bulan ini kak Mege menambah varian kuenya yaitu Pizza dengan harga yang terjangkau selain itu kak Mega membuka Reseller agar pemasaran produknya dapat berkembang dan juga dapat membantu orang lain yang pengangguran.
Berbicara tentang kak Sofyan, salah satu alumni Agribisnis UTM yang tidak pernah melamar pekerjaan, kok bisa ya?, ini nih gaes rahasianya kak Sofyan. Pada awalnya kak Sofyan beberapa bulan sebelum lulus dari bangku perkuliahan sudah ditawari menjadi pegawai disalah satu perusahaan di Indonesia, kebetulan ayah kak Sofyan kerja disana. Tapi kak Sofyan menolak dirasa bekerja dibawa tekanan dan tuntutan itu bukan passionnya, kak Sofyan gak suka diatur-atur, gak suka ditarget. Akhirnya dengan modal nekat kak Sofyan merintis usaha dibidang Mini market, bermodalkan uang 5.000.000 yang berasal dari pinjaman. Waktu itu toko kak Sofyan hanya berukuran kecil dengan lebar 3 m. barang yang dijual pun hanya sedikit tidak seperti toko-toko yang ada di sekelilngnya. Namun kak Sofyan tak pernah putus asa dalam menjalankan bisnisnya akhirnya setelah beberapa tahun berang dagangannya semakin lengkap dan banyak.selain itu kak Sofyan memiliki toko sepatu, strategi yang digunakan kak Sofyan dalam memasarkan sangat menarik sekali.yang pertama kak Sofyan memberikan penerangan yang lebih terang dari toko-toko disampingnya, yang kedua kak sofyan memasang tulisan kalau sepatu yang dijual itu harga pabrik (padahal gak) itulah namanya strategi untuk menarik pelanggan.
Yang terakhir, namanya kak Yuli. Kak Yuli pernah bekerja di kalimantan di salah satu bank swasta. Akhirnya kak Yuli memutuskan untuk risen, setelah risen dari pekerjaannya kak Yuli kembali ke Jawa, lebih tepatnya ke Kota Nganjuk. Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya mau gak mau kak Yuli harus membuka usaha awalnya usaha pisang coklat dipinggir jalan yang hanya bertahan beberapa bulan dan akhirnya gulung tikar, kak Yuli mencoba usaha lagi yaitu usaha rental PS dengan modal yang tak sedikit tapi gagal juga, tak pantang menyerah kak Yuli mencoba membuka Nyoklat Klasik yang berkaca dari temannya yang sukses dibidang tersebut alhasih gulung tikar. Berjuta-juta modal yang di keluarkan kak Yuli tak membuahkan hasil. Waktu itu uang yang dimiliki kak Yuli hanya tinggal 200.000, bermula dari situlah kak Yuli punya ide untuk membuka usaha pakan untuk burung love-bird yang diformulasikan sendiri. dalam merintis usahanya itu awalnya kak Yuli sangat kesulitan dalam memasarkannya, banyak sekali penolakan dari konsumen dan banyak diremehkan konsumen karena pada saat itu kemasan produknya masih belum menarik. Setelah beberapa tahun kak Yuli merintis usaha akhirnya usahanya berkembang pesat produknya diberi nama “Exotic” dan dikemas dengan menarik, salam satu bulan kak Yuli dapat memproduksi hingga 10 ton.
Keren bukan kakak-kakak pengusaha ini, tak pernah putus asa dalam menjalankan dan mempertahankan bisnisnya. Dari cerita diatas semoga dapat menginspirasi temen-temen semua. Tunggu cerita cerita selanjutnya ya!!!

Komentar
Posting Komentar