Kasidah Sajadah
Jarit jam ku genggam di rumah cahaya ini
Kusujudkan debu kening dengan tarian
Dan memanggili namamu
Disini terendam badai jalan raya
Gedung yang mengerang
Terimalah sembahyang hati
Yang panjang lagi nyeri
Sudah kurobek dalam
Dari lembaran masa silam
Dan dari gerbang langitmu ku petik
Sekuntum cahaya
Hingga rembulan melelehkan
Derita air mata
Dulu aku berlimpah dalam benda
Tapi kini ku gelar sajadah sepanjang usia
Aku berdarah menyerumu
Air mata mengeras sungai
Menempuh muara malammu
Lihat aku yang terluka ditepian fajar
Perjalanan sunyi ditengah belantara kota
Terimalah sah arah hidup yang
Kusembahyangkan
Memeras gairah dari air mata
Pencintaan yang mawar
Semua bersujud, menegakkan manusia
Hingga adaku
Abdul Wahid B.S 1989, 1990

Komentar
Posting Komentar